Jalan Wastukencana no.2 Bandung bagum.setdabdg@gmail.com
Note : Bagum Berkah Bahagia
Kotak Interaktif

Sebelum menjadi gedung Balai Kota Bandung, wilayah tersebut adalah tanah milik Andries de Wilde, seorang tuan tanah pertama di Priangan yang ditukarkan dengan tanah miliknya di Bogor dan Sukabumi. Andries de Wilde meminta kepada pemerintah Hindia Belanda agar wilayah yang memanjang dari Cimahi di barat sampai Cibeusi di Timur, kemudian sebelah utara dibatasi dengan Gunung Tangkubanparahu sampai selatan Jalan Raya Pos ditukarkan dengan tanahnya tersebut. Wilayah yang luasnya bukan main tersebut digunakan oleh Andries de Wilde untuk perkebunan Kopi, gudang penyimpanan hasil bumi dan tempat pengepakan kopi sampai berternak sapi. Kemudian ia mendirikan sebuah rumah untuk dirinya di daerah Dago Atas yang bernama Desa Banon.

Bangunan gudang kopi (koffie pakhuis) yang dibangun pada 1819. Kemudian setelah ia menjabat menjadi Asisten Residen Bandung, halaman gudang kopi miliknya dibangun sebuah rumah yang menghadap ke Jalan Aceh sekarang. Pada tahun 1906 setelah Kota Bandung mendapat status sebagai Kotapraja, maka rumah bekas Andries de Wilde inilah yang dialih fungsikan sebagai Gedung Balai Kota Bandung karena memerlukan satu kantor pusat untuk pengelolaannya.

Tahun 1923 gudang itu diserahkan kepada Pemerintah kolonial Belanda. Dalam perkembangannya Gedung Balai Kota Bandung mengalami beberapa kali perubahan. Tahun 1927 bangunan lama rumah Andries de Wilde dirobohkan untuk membangun gedung yang baru. Kali ini arsitek Ir. E. H. de Roo yang merancang bentuk bangunan balai kota yang baru.

Tahun 1935 Gedung Balai Kota Bandung memerlukan tempat yang lebih luas. Maka pada waktu itu dibangun bangunan baru di sisi belakang Gedung Balai KotaBaru pada waktu itu bangunan tersebut menghadap ke Selatan. Pada pembangunan ini, arsitek de Roo membangun balai kota dengan gaya Art Deco yang lebih memberikan kesan modern dan gedung tersebut mendapat julukan Gedong (Gedung) Papak (Rata), karena atapnya yang rendah sehingga terlihat datar. Tahun 1980-an dibangun gedung kembar di sisi kanan dan kiri gedung papak untuk keperluan perkantoran.

Gemeente Huis (Gedung Balai Kota Bandung) ini merupakan salah satu gedung tertua di Kota Bandung yang berada di Jalan Wastukencana No. 2. Bersamaan dengan dibangunnya Gemeente Huis (Gedung Balai Kota Bandung), gudang kopi milik Andries de Wilde juga bernasib sama, namun tidak diketahui apakah gudang kopi tersebut dipindahkan ke lokasi lain atau dirubuhkan.

Berbagai fasilitas umum yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan bagi warga yang berkunjung di Balai Kota Bandung, seperti taman labirin, kolam ikan dan air mancur, hingga kolam mandi anak-anak. Di balai kota pun, warga bisa berfoto di spot-spot instagramable, mulai dari area depan gedung, sekitar pohon-pohon besar, patung-patung, taman-taman.